Ciri-Ciri Animalia: Klasifikasi dan Karakteristik Kingdom Hewan – Kingdom Animalia, atau yang lebih dikenal sebagai dunia hewan, mencakup berbagai organisme yang memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dari kingdom lainnya. Hewan memiliki peran penting dalam ekosistem dan kehidupan manusia. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang ciri-ciri Animalia, klasifikasi, dan karakteristik berbagai filum hewan. Dengan memahami ciri-ciri Animalia, kita dapat lebih menghargai keanekaragaman dan kompleksitas dunia hewan.
Baca juga : Pahami Fungsi Rangka Manusia: Jadi Penopang Tubuh dan Sistem Gerak
Ciri-Ciri Umum Animalia
- Multiseluler Hewan adalah organisme multiseluler, yang berarti tubuh mereka terdiri dari banyak sel yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi-fungsi kehidupan. Sel-sel hewan memiliki struktur yang kompleks dan terorganisir dalam jaringan dan organ.
- Eukariotik Sel-sel hewan adalah eukariotik, yang berarti mereka memiliki inti sel yang terbungkus oleh membran. Inti sel mengandung materi genetik (DNA) yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi sel.
- Heterotrof Hewan adalah heterotrof, yang berarti mereka tidak dapat membuat makanan sendiri dan harus memperoleh nutrisi dari organisme lain. Hewan mendapatkan energi dengan memakan tumbuhan, hewan lain, atau bahan organik.
- Tidak Memiliki Dinding Sel Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel seperti yang ditemukan pada tumbuhan dan jamur. Sebagai gantinya, sel-sel hewan memiliki membran sel yang fleksibel, memungkinkan pergerakan dan perubahan bentuk.
- Kemampuan Bergerak Sebagian besar hewan memiliki kemampuan untuk bergerak pada suatu tahap dalam siklus hidup mereka. Pergerakan ini memungkinkan hewan untuk mencari makanan, melarikan diri dari predator, dan mencari pasangan untuk reproduksi.
- Reproduksi Seksual Hewan umumnya bereproduksi secara seksual, dengan melibatkan peleburan sel sperma dan sel telur untuk membentuk zigot. Beberapa hewan juga dapat bereproduksi secara aseksual melalui proses seperti pembelahan, tunas, atau fragmentasi.
- Perkembangan Embrionik Hewan mengalami perkembangan embrionik yang kompleks, dimulai dari zigot yang berkembang menjadi embrio melalui serangkaian pembelahan sel dan diferensiasi. Proses ini menghasilkan organisme yang terorganisir dengan jaringan dan organ yang berbeda.
Klasifikasi Kingdom Animalia
Kingdom Animalia dibagi menjadi beberapa filum berdasarkan karakteristik morfologi dan fisiologi. Berikut adalah beberapa filum utama dalam kingdom Animalia:
- Porifera (Spons)
- Ciri-ciri: Tubuh berpori, tidak memiliki jaringan sejati, hidup menetap di dasar laut.
- Contoh: Spons laut.
- Cnidaria (Coelenterata)
- Ciri-ciri: Tubuh simetri radial, memiliki tentakel dengan sel penyengat (nematosista), hidup di air.
- Contoh: Ubur-ubur, anemon laut, karang.
- Platyhelminthes (Cacing Pipih)
- Ciri-ciri: Tubuh pipih, tidak memiliki rongga tubuh sejati, hidup sebagai parasit atau bebas.
- Contoh: Cacing pita, cacing hati.
- Nematoda (Cacing Gilig)
- Ciri-ciri: Tubuh silindris, memiliki rongga tubuh semu (pseudocoelom), hidup sebagai parasit atau bebas.
- Contoh: Cacing gelang, cacing tambang.
- Annelida (Cacing Bersegmen)
- Ciri-ciri: Tubuh bersegmen, memiliki sistem peredaran darah tertutup, hidup di air atau tanah.
- Contoh: Cacing tanah, lintah.
- Mollusca (Moluska)
- Ciri-ciri: Tubuh lunak, sebagian besar memiliki cangkang, hidup di air atau darat.
- Contoh: Siput, kerang, cumi-cumi.
- Arthropoda (Arthropoda)
- Ciri-ciri: Tubuh bersegmen, memiliki rangka luar (eksoskeleton), kaki beruas-ruas.
- Contoh: Serangga, laba-laba, kepiting.
- Echinodermata (Echinodermata)
- Ciri-ciri: Tubuh simetri radial, memiliki sistem vaskular air, hidup di laut.
- Contoh: Bintang laut, bulu babi, teripang.
- Chordata (Chordata)
- Ciri-ciri: Memiliki notokorda, tali saraf dorsal berongga, celah faring, dan ekor post-anal pada suatu tahap dalam siklus hidup.
- Contoh: Ikan, amfibi, reptil, burung, mamalia.
Karakteristik Berbagai Filum Hewan
- Porifera
- Spons adalah hewan yang paling sederhana dan tidak memiliki jaringan sejati. Mereka hidup menetap di dasar laut dan menyaring makanan dari air yang mengalir melalui pori-pori tubuh mereka.
- Cnidaria
- Hewan cnidaria memiliki tubuh simetri radial dan tentakel dengan sel penyengat yang digunakan untuk menangkap mangsa. Mereka hidup di air dan dapat ditemukan dalam bentuk polip atau medusa.
- Platyhelminthes
- Cacing pipih memiliki tubuh pipih dan tidak memiliki rongga tubuh sejati. Mereka dapat hidup sebagai parasit dalam tubuh inang atau sebagai organisme bebas di lingkungan air atau tanah.
- Nematoda
- Cacing gilig memiliki tubuh silindris dan rongga tubuh semu. Mereka dapat hidup sebagai parasit dalam tubuh inang atau sebagai organisme bebas di lingkungan air atau tanah.
- Annelida
- Cacing bersegmen memiliki tubuh yang terbagi menjadi segmen-segmen dan sistem peredaran darah tertutup. Mereka hidup di lingkungan air atau tanah dan berperan penting dalam ekosistem sebagai pengurai.
- Mollusca
- Moluska memiliki tubuh lunak dan sebagian besar memiliki cangkang. Mereka hidup di lingkungan air atau darat dan memiliki berbagai bentuk tubuh, seperti siput, kerang, dan cumi-cumi.
- Arthropoda
- Arthropoda adalah filum hewan terbesar dan paling beragam. Mereka memiliki tubuh bersegmen, rangka luar, dan kaki beruas-ruas. Contoh arthropoda termasuk serangga, laba-laba, dan kepiting.
- Echinodermata
- Echinodermata memiliki tubuh simetri radial dan sistem vaskular air yang unik. Mereka hidup di laut dan memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa. Contoh echinodermata termasuk bintang laut dan bulu babi.
- Chordata
- Chordata adalah filum hewan yang paling kompleks dan mencakup vertebrata seperti ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Mereka memiliki notokorda, tali saraf dorsal berongga, celah faring, dan ekor post-anal pada suatu tahap dalam siklus hidup.
Kesimpulan
Kingdom Animalia mencakup berbagai organisme yang memiliki ciri-ciri khas seperti multiseluler, eukariotik, heterotrof, tidak memiliki dinding sel, kemampuan bergerak, reproduksi seksual, dan perkembangan embrionik. Kingdom ini dibagi menjadi beberapa filum berdasarkan karakteristik morfologi dan fisiologi. Dengan memahami ciri-ciri dan klasifikasi Animalia, kita dapat lebih menghargai keanekaragaman dan kompleksitas dunia hewan.